Happening Art

“ Happening Art YDC “
Sabtu pagi (27/05), sehari sebelum Temu Kangen dan Konsolidasi YDC digelar, sekitar pkl. 05.53 WIB bencana alam gempa bumi kembali mengguncang Negara kita. Kali ini kota Gudeg, Yogyakarta dan Jawa tengah yang dilanda bencana mengerikan tersebut. Semua warga di seputaran kota Jogja dan Jawa Tengah spontan panik, histeris bahkan ketakutan karena peristiwa ini. Kepanikan ini juga dirasakan pula oleh warga Yogja yang berada di daerah rantau.
Dalam waktu singkat, kota Yogyakarta dan Jawa Tengah diluluhlantakkan oleh gempa yang berkekuatan 5,9 skala Richter. Bangunan-bangunan yang rata dengan tanah dan rusak parah, onggokkan mayat serta korban luka menjadi pemandangan yang mencekam pagi itu disamping keadaan Gunung Merapi yang berada dalam kondisi “awas”.
Begitu berita bencana alam ini tersiar, bala bantuan pun berdatangan. Negara-negara tetangga mulai menerbangkan tim relawan dan bantuannya ke lokasi gempa. Sama halnya dengan warga negara kita yang tak mau ketinggalan membantu saudara setanah air yang sedang dilanda duka. Meskipun demikian, masalah pendistribusian bantuan menjadi ‘momok’ tersendiri dalam situasi bencana seperti ini.
Kaum Muda katolik kota Palembang yang tergabung dalam Youth Dehonian Club ikut merasakan kegetiran yang dialami saudara kita yang tertimpa bencana gempa bumi ini. Meskipun satu hari setelah bencana tersebut, YDC-er seputaran kota Palembang menggelar acara Temu kangen dan Konsolidasi YDC dalam suasana sukacita, tetapi di hati YDC-er semua terbesit pikiran untuk berbuat sesuatu untuk Yogjakarta.
Rasa kepedulian YDC-er Palembang terhadap apa yang terjadi di Jogja dan Jawa Tengah dituangkan dengan menggelar “Happening Art” di halaman Keuskupan Agung Palembang pada Sabtu (3/06) yang lalu. Aksi Solidaritas YDC-er ini sempat terhenti karena hujan deras yang mengguyur kota Palembang malam minggu itu. Happening Art yang rencananya dimulai pkl 19.00 WIB ini, baru dapat dilaksanakan sekitar pkl. 20.30 WIB.
Aksi Solidaritas ini diisi dengan pertunjukan musik dari kelompok band YDC dan teater oleh kelompok teater YDC, “The Nian”. Dalam pertunjukan teater malam itu, YDC-er yang tergabung dalam kelompok “The Nian” mengisahkan bagaimana kesedihan yang dialami korban gempa. Ada yang berteriak kesakitan, ada yang hanya terdiam tak dapat berbuat apa-apa, dan ada yang minta tolong bahkan menangis.
Dari Happening Art ini, Dehonian muda berhasil mengumpulkan dana sebesar tujuh ratus ribu rupiah yang akan disalurkan langsung kepada korban gempa melalui Fr. Aming dan teman-teman yang akan berangkat ke Jogja, 12 Juni 2006. **
Created by : C!cit
Sabtu pagi (27/05), sehari sebelum Temu Kangen dan Konsolidasi YDC digelar, sekitar pkl. 05.53 WIB bencana alam gempa bumi kembali mengguncang Negara kita. Kali ini kota Gudeg, Yogyakarta dan Jawa tengah yang dilanda bencana mengerikan tersebut. Semua warga di seputaran kota Jogja dan Jawa Tengah spontan panik, histeris bahkan ketakutan karena peristiwa ini. Kepanikan ini juga dirasakan pula oleh warga Yogja yang berada di daerah rantau.
Dalam waktu singkat, kota Yogyakarta dan Jawa Tengah diluluhlantakkan oleh gempa yang berkekuatan 5,9 skala Richter. Bangunan-bangunan yang rata dengan tanah dan rusak parah, onggokkan mayat serta korban luka menjadi pemandangan yang mencekam pagi itu disamping keadaan Gunung Merapi yang berada dalam kondisi “awas”.
Begitu berita bencana alam ini tersiar, bala bantuan pun berdatangan. Negara-negara tetangga mulai menerbangkan tim relawan dan bantuannya ke lokasi gempa. Sama halnya dengan warga negara kita yang tak mau ketinggalan membantu saudara setanah air yang sedang dilanda duka. Meskipun demikian, masalah pendistribusian bantuan menjadi ‘momok’ tersendiri dalam situasi bencana seperti ini.
Kaum Muda katolik kota Palembang yang tergabung dalam Youth Dehonian Club ikut merasakan kegetiran yang dialami saudara kita yang tertimpa bencana gempa bumi ini. Meskipun satu hari setelah bencana tersebut, YDC-er seputaran kota Palembang menggelar acara Temu kangen dan Konsolidasi YDC dalam suasana sukacita, tetapi di hati YDC-er semua terbesit pikiran untuk berbuat sesuatu untuk Yogjakarta.
Rasa kepedulian YDC-er Palembang terhadap apa yang terjadi di Jogja dan Jawa Tengah dituangkan dengan menggelar “Happening Art” di halaman Keuskupan Agung Palembang pada Sabtu (3/06) yang lalu. Aksi Solidaritas YDC-er ini sempat terhenti karena hujan deras yang mengguyur kota Palembang malam minggu itu. Happening Art yang rencananya dimulai pkl 19.00 WIB ini, baru dapat dilaksanakan sekitar pkl. 20.30 WIB.
Aksi Solidaritas ini diisi dengan pertunjukan musik dari kelompok band YDC dan teater oleh kelompok teater YDC, “The Nian”. Dalam pertunjukan teater malam itu, YDC-er yang tergabung dalam kelompok “The Nian” mengisahkan bagaimana kesedihan yang dialami korban gempa. Ada yang berteriak kesakitan, ada yang hanya terdiam tak dapat berbuat apa-apa, dan ada yang minta tolong bahkan menangis.
Dari Happening Art ini, Dehonian muda berhasil mengumpulkan dana sebesar tujuh ratus ribu rupiah yang akan disalurkan langsung kepada korban gempa melalui Fr. Aming dan teman-teman yang akan berangkat ke Jogja, 12 Juni 2006. **
Created by : C!cit
Acara konsolidasi YDC buka di


0 Comments:
Post a Comment
<< Home